Nama : Muhammad Novriadi Saputra
Npm : 01-017-038
Dosen : Sumarni Bayu Anita S.SOS.MA
Jurusan : Ilmu komunikasi
Jurusan : Ilmu komunikasi
Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Psikologi
Setiap individu tidak luput dari suatu permasalahan baik internal maupun eksternal namun setiap individu mempunyai caranya sendiri dalam proses penyelesaian permasalahan dalam hidupnya. Saya menganalisis film ini untuk menyelesaikan tugas Psikologi. Serta saya mendapatkan film ini melalui situs : https://www.youtube.com/watch?v=bgfZ7db0e6I&t=2961s
Film A Beautiful Mind Menggambarkan kisah perjuangan seorang ahli matematika genius yang bernama John Forbes Nash, yang berhasil menciptakan konsep ekonomi yang kini dijadikan sebagai dasar dari teori ekonnomi kontemporer. Selama perang dingin berlangsung, Nash mengidap schizophrenia yang membuatnya berhalusinasi dan selalu ketakutan hingga ia harus berjuang keras untuk sembuh dan meraih hadiah Nobel 1994.
Di tengah persaingan ketat, Nash mendapat teman sekamar yang memakluminya, Charles Herman yang memiliki keponakan bernama Marcee, dan berhasil menemukan konsep baru tentang teori bapak ekonomi modern dunia. Adam Smith. Konsep ini bernama Teori Keseimbangan,yang mengantarkannya meraih gelar doktor dan dia diterima sebagai peneliti dan pengajar di MIT. Mimpi Nash menjadi kenyataan.
Hidup Nash mulai berubah ketika ia diminta pentagon memecahkan kode rahasia yang dikirim tentara sovyet,dan bertemu William Parcher Agen rahasia yang memberikan tugas sebagai mata-mata. Perkerjaan tersebut membuat Nash sampai lupa waktu dan hidup di dunianya sendiri.
Alicia Larde,seorang wanita cantik yang membuat Nash jatuh cinta kepadanya. Ketika Mereka Menikah Nash justru semakin parah dengan keadaanya sekarang. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Dr. Rosen dan menangkap dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Dari situlah terungkap mengidap paranoid schizophrenia.
Untungnya, istrinya yang selalu setia dan mendukung Nash untung berjuang melawan penyakitnya.
Analisa :
Dari film tersebut dapat diketahui bahwa John Nash menderita skizofrenia paranoid, yang ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :
1. adanya keyakinan palsu yang di pertahankan,yaitu:
- keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan
- keyakinan bahwa dirinya memiliki kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting.
- keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya.
2. adanya
halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap
suatu hal ada dan nyata padahal
kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan
3.gejala
motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan
gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh.
Indikasi ini sangat jelas ketika John Nash berkenalan dengan teman – temannya
dan juga jika dilihat dari cara berjalannya.
4.adanya gangguan emosi, adegan yang paling jelas yaitu
ketika John Nash menggendong anaknya dengan tanpa emosi sedikitpun.
5.social withdrawl (penarikan sosial),
John Nash tidak bisa berinteraksi sosial seperti orang – orang pada umumnya,
dia tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya
sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.
kejadian – kejadian yang menekan yang membuat skizofrenia
John Nash bertambah parah, yaitu :
- Kalah bermain dari temannya
- Merasa gagal berprestasi untuk mendapatkan cita – citanya
- Merasa tidak dapat melayani isterinya
- Tidak bisa bekerja atau mendapatkan pekerjaan kembali
- Kalah bermain dari temannya
- Merasa gagal berprestasi untuk mendapatkan cita – citanya
- Merasa tidak dapat melayani isterinya
- Tidak bisa bekerja atau mendapatkan pekerjaan kembali
Karakter
Pribadi John Nash, yaitu:
Pemalu, introvert, penyendiri, rendah diri
(merasa dirinya tidak disukai orang lain), kaku, tidak suka bergaul (tidak
menyukai orang lain), penarikan diri dari lingkungan social.
Cara Pengobatan/Pencegahan Skizofrenia :
John Nash dibawa ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan anti depresan mudah diperoleh. Efek samping penggunaan ECT adalah kelupaan atau gangguan memori. Efek samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang dialirkan. Selain terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial (dengan tukang sampah), dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi stressor bagi penderita.
John Nash dibawa ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan anti depresan mudah diperoleh. Efek samping penggunaan ECT adalah kelupaan atau gangguan memori. Efek samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang dialirkan. Selain terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial (dengan tukang sampah), dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi stressor bagi penderita.
Kaitannya film ini dengan kehidupan sehari-hari :
1. jangan
terlalu terobsesi dengan pekerjaan sendiri&hidup didunia sendiri.
2. dalam
kehidupan kita harus bersosialisasi dan tidak boleh memiliki sifat yang terlalu
tertutup(introvert).
3.
untuk
mencapai sesuatu tidak boleh berputus asa.
Komentar
Posting Komentar