Langsung ke konten utama

REVIEW FILM DILAN 1991


REVIEW FILM DILAN 1991

 
Di mata Milea, Dilan termasuk orang yang cerdas dan pintar di kelasnya, buktinya dia selalu mendapatkan ranking satu atau dua. Namun satu hal yang selalu membuat Milea cemas adalah bergabungnya Dilan dengan geng motor. Apalagi Dilan menjabat sebagai Panglima Perang.
Milea selalu cemas jika terjadi hal buruk yang menimpa Dilan karena geng motornya.Suatu malam, Milea pernah memergoki Dilan tawuran. Meski tawuran itu adalah aksi balas dendam Dilan demi Milea, Milea tetap tidak suka.
Dilan tak pernah kapok walaupun dia sempat dimasukkan ke penjara selama 1 minggu dhingga diusir oleh ayahnya.Keduanya jadi sering berdebat tentang masalah geng motor.Kecemasan selalu melanda hati Milea hingga ia merasa tidak nyaman lagi berpacaran dengan Dilan. Ia meminta putus.
Sejak peristiwa itu Dilan menjauh dari Milea. Kesedihan semakin melanda Milea. Ia sebenarnya masih mencintai Dilan.Waktu berlalu. Milea kembali ke Jakarta dan kuliah di sana. Sedangkan Dilan, ia melanjutkan pendidikan di Universitas ternama di Bandung.
Jarak membentang, namum cinta Milea masih sama: hanya untuk Dilan. Makin lama Dila menghilang, Milea berusaha untuk selalu menghubungi Dilan, akan tetapi keluarga Dilan sudah pindah rumah. Milea kehilangan jejak Dilan.

   begitulah sepenggal cerita/ synopsis film Dilan 1991 yang sedang booming dan sangat ditunggu oleh para anak-anak muda karena ceritanya dinilai romantic dan bikin baper (Bawak perasaan) . Film sebelumnya adalah film Dilan 1990 merupakan suatu film yang mendapatkan rating penonton terbanyak pada tahun lalu.
  Usai sukses meraup 6 juta lebih penonton pada Februari 2018 lalu, film Dilan 1990 mengeluarkan sekuel keduanya, Dilan 1991.Film yang diadaptasi dari Novel Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 karya Pidi Baiq itu bercerita soal jalinan asamara Dilan dan Milea setelah berpacaran.
  Kisah asamara Dilan dan Milea adalah kisah nyata yang terjadi di kota Bandung, 1990. Film Dilan 1991 mengambil sudut pandang dari Milea tentang sosok Dilan.

Membedah Unsur-Unsur Film Dilan 1991 :
1. Ide Cerita :
Dilan 1991 adalah sebuah film Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Aldiano. Film tersebut adalah sekuel dari Dilan 1990. Film tersebut pertama tayang pada 28 Februari 2019 dalam "Hari Dilan" di Bandung, sebelum resmi tayang di seluruh Indonesia empat hari kemudian. Syutingnya digelar di Bandung pada November 2018. Film ini adalah sekuel dari Dilan 1990 yang tayang Januari 2018.



2. Skenario :
Di mata Milea, Dilan termasuk orang yang cerdas dan pintar di kelasnya, buktinya dia selalu mendapatkan ranking satu atau dua. Namun satu hal yang selalu membuat Milea cemas adalah bergabungnya Dilan dengan geng motor. Apalagi Dilan menjabat sebagai Panglima Perang.
Milea selalu cemas jika terjadi hal buruk yang menimpa Dilan karena geng motornya.Suatu malam, Milea pernah memergoki Dilan tawuran. Meski tawuran itu adalah aksi balas dendam Dilan demi Milea, Milea tetap tidak suka.
Dilan tak pernah kapok walaupun dia sempat dimasukkan ke penjara selama 1 minggu dhingga diusir oleh ayahnya.Keduanya jadi sering berdebat tentang masalah geng motor.Kecemasan selalu melanda hati Milea hingga ia merasa tidak nyaman lagi berpacaran dengan Dilan. Ia meminta putus.
Sejak peristiwa itu Dilan menjauh dari Milea. Kesedihan semakin melanda Milea. Ia sebenarnya masih mencintai Dilan.Waktu berlalu. Milea kembali ke Jakarta dan kuliah di sana. Sedangkan Dilan, ia melanjutkan pendidikan di Universitas ternama di Bandung.
Jarak membentang, namum cinta Milea masih sama: hanya untuk Dilan. Makin lama Dila menghilang, Milea berusaha untuk selalu menghubungi Dilan, akan tetapi keluarga Dilan sudah pindah rumah. Milea kehilangan jejak Dilan.


3. Sutradara
      Dilan 1991 adalah sebuah film Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq.

4. Pemeran (Aktris/Aktor)
Film tersebut kembali dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha Prescilla sebagai Milea, sementara Maudy Koesnaedi memerankan karakter baru bernama Tante Anis dalam film ini. Adhisty Zara dari JKT48 dan Ira Wibowo kembali berperan masing-masing sebagai adik dan ibunda Dilan. Ridwan Kamil, yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat, kembali ikut bermain di film ini.

5. Tata Atristik
Set Lokasi diambil di Bandung, Jawa Barat tetapi diakhir scene juga diambil di UI (Universitas Indonesia) Jakarta.
 
6. Editing
Tim editing untuk film ini sendiri tidak dijelaskan siapa , tetapi untuk film ini di produksi oleh Max Picture dengan distributor nya sendiri Falcon Pictures

7. Tata Suara
Dalam Film ini menurut saya memiliki tata suara yang sangat baik semua kata dapat terdengar dengan jelas   dan tidak ada kebisingan (Noisy)

8. Tata Musik
Dalam Film ini Musik ditata oleh Andhika Triyadi
 
9. Visual Effect
Visual effect (VFX) adalah teknik yang digunakan dalam industri film, televisi, dan animasi yang menyertakan proses manipulasi tertentu di luar adegan pengambilan gambar syuting asli. Dalam Film ini saya tidak menemukan penggunaan visual efek karena latar / suasana film dibuat secara nyata
Kesimpulan Review Film : Film ini dibuat dengan tujuan untuk menghibur , walaupun film ini terinspirasi dari kisah nyata sungguhan dan diangkat dari Novel Karya Pidi baiq. Pesan moral yang ingin disampaikan pun menurut saya tidak ada, untuk pemerannya sendiri sangat masuk kedalam cerita yang disajikan. Tetapi untuk endingnya cukup mengahrukan dikarenakan mereka akhirnya berpisah..





Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayAtHome belajar kualitatif dengan mengunjungi web web dan membaca buku

Halo apa kabar semuanya ? Tetap waspada,jaga kesehatan, jaga jarak jika ingin keluar rumah semoga COVID-19 segera berlalu ya biar kita bisa beraktivitas seperti biasa . Oke deh kali ini aku mau kasih rekomendasi untuk kalian yang lagi belajar metode penelitian komunikasi kualitatif, walaupun saat ini kita kuliah online banyak ni buku buku yang dapat kita baca salah satu nya buku ini, baca dengan santai aja ada juga web web yang bisa kita kunjungi . belajar mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi kualitatif ini melalui buku Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif yang ditulis oleh Dr. Sugeng Pujileksono M,Si tahun 2016. Di dalam buku ini terdapat jenis penelitian disertai pemetaan dari aspek paradigma, pendekatan, jenis tradisi dan sifat penelitian komunikasi. Lalu adanya penjelasan perpektif metode dan teori komunikasi. Terdapat pula empat teknik dasar penelitian yang terdiri dari teknik pengempulan data kualitatif, teknik uji kehandalan data kualitatif dan tekn...

festival pasar baba Boentjit

Nama: Muhammad Novriadi Saputra                                                                                                       NPM : 01.017.038 Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Psikologi Dosen: Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A Festival Pasar baba Boentjit halo Indonesia!!!          Sumatera Selatan khususnya Palembang melalui GenPI sumsel lagi-lagi memperkenalkan destinasi wisata sejarah baru yakni Pasar baba Boentjit .Pasar Ayang di desain dengan s...

JANDA

"JANDA" Disini saya menjadi sutradara film komedi yang berjudul "JANDA" . dimana saya menceritakan seorang perempuan yang sering nak ojek di pangkalan, di pangkalan tersebut selalu terdapat 2 tukang ojek yang pertama orangnya baik dan beriman dan yang kedua orangnya semberonoh serta berambisius untuk mendapatkan perempuan itu . pada suatu ketika tukang ojek yang beriman mengantarkan perempuan itu dan tiba tiba perempuan itu jatuh hati kepada tukang ojek lalu ia mengajak tukang ojek itu menikah ia menceritakan bahwa dirinya janda . lalu orang yang berambisius itu ternyata menyukai perempuan itu juga tapi sayagnya perempuan itu lebih jatuh hati dengan yang satunya . nantikan film saya di festival film candradimuka 2019.