Langsung ke konten utama

SINEMATOGRAFI


SINEMATOGRAFI 


Apa itu sinematografi?

'kinema - κίνημα' "gerakan" dan graphein - γράφειν "merekam") adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita.  

Seorang sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab semua aspek Visual dalam pembuatan sebuah film. Mencakup interpretasi visual pada skenario, pemilihan jenis Kamera, jenis bahan baku yang akan dipakai, pemilihan lensa, pemilihan jenis filter yang akan dipakai di depan lensa atau di depan lampu, pemilihan lampu dan jenis lampu yang sesuai dengan konsep sutradara dan cerita dalam skenario. Seorang sinematografer juga memutuskan gerak kamera, membuat konsep visual, membuat floorplan untuk efisiensi pengambilan gambar. Artinya seorang sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab baik secara teknis maupun nonteknis di semua aspek visual dalam film. 

Pada industri perfilman, seorang Sinematografer atau DoP akan dibantu oleh sebuah tim yang dibentuknya mulai dari
  • 1st Camera Assistant yang bertugas mendampingi dan membantu semua kebutuhan shooting mulai dari pengecekan alat-alat hingga mempersiapkan sebuah shot.
  • Focus Puller yang bertugas membantu sinematografer dalam memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti kamera bisa terus dalam area fokus.
  • Camera boy istilah ini sering digunakan pada industri film di Hollywood, adalah seorang asisten kamera yang bertugas membawa kamera atau mempersiapkan kamera mulai dari tripods hingga memasang kamera pada tripods tersebut.
  • Grip adalah yang bertugas untuk memastikan letak kamera seperti yang diinginkan DoP baik secara level atau tinggi rendahnya. Grip juga bertanggung jawab dalam perpindahan kamera artinya Grip departemen yang memasang dolly track dsb.
  • Gaffer adalah istilah untuk seorang yang bertanggung jawab atau kepala departemen pencahayaan. Bersama DoP, Gaffer akan berdiskusi tentang warna, jenis cahaya dan gaya tata cahaya DoP tersebut.
  • Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP.

Pada masa sekarang kamera secara garis besar terbagi dalam tiga jenis dilihat dari penggunaan bahan baku. Yaitu:
1.   Motion Picture Camera atau kamera dengan bahan baku seluloid baik 35 mm/16mm. Contoh kamera: Arriflex 435 Xtreme – 35 mm camera
2.   Video Camera atau kamera dengan bahan baku video tape. Contoh kamera: Sony HDV Video Camcorder
3.   Digital camera atau kamera dengan bahan baku digital/tapeless. Biasanya menggunakan CF card atau SD card bisa juga dengan cakram seperti DVD. Contoh kamera: Sony EX3 – Digital Camcorder
Anatomi kamera
Pada prinsipnya kamera dibagi menjadi tiga bagian:
4.   Lens
5.   Camera body
6.   Magazine/tape compartments. 
Dalam sinematografi kita mengenal ada tiga jenis lensa yaitu:
  • Lensa Wide: adalah lensa dengan sudut pengambilan yang luas
  • Lensa Normal: adalah lensa yang secara prespektif dianggap mewakili mata manusia dalam melihat dunia dan sekitarnya. Pada pembuatan film, lensa normal ini adalah lensa 50mm.
  • Lensa Tele: adalah lensa dengan sudut pengambilan sempit.
Jenis rekaman
Shot sering didefinisikan sebagai sebuah aktivitas perekaman dimulai dari menekan tombol rekam pada kamera hingga diakhiri dengan stop. Sedangkan Scene adalah sering diartikan sebagai tempat atau setting di mana sebuah cerita akan dimainkan, hal ini tentu saja terpengaruh dari dunia teater atau panggung. Sebuah Scene bisa terdiri dari beberapa shot atau bisa saja satu shot panjang yang disebut sebagai Sequence shot. Sequence adalah rangkaian dari beberapa scene dan shot dalam satu kesatuan yang utuh.  
Type of shot:
  • Long shot
  • Medium close up
  • Medium shot
  • Knee shot
  • Full shot
  • Close shot
  • Extreme close up
  • Close up
  • Medium Long Shot
Komposisi
Komposisi adalah bagian yang paling terpenting pada komunikasi visual karena komposisi adalah usaha untuk menata semua elemen visual dalam frame. Menata elemen visual di sini bisa diartikan kita mengarahkan perhatian penonton pada informasi yang kita berikan kepada mereka. Atau dalam arti lain kita mengarahkan penonton pada Point of Interest (POI) dalam gambar yang kita buat. Dengan mengarahkan penonton pada PoI maka penonton akan bisa mengikuti cerita dalam film kita dengan emosi sepenuhnya. Jika kita terlalu banyak meletakan Poi dalam sebuah gambar maka mata atau perhatian penonton akan terbagi-bagi, akhirnya perhatian mereka pada cerita juga akan terganggu. 
Pencahayaan
Cahaya adalah salah satu elemen terpenting dalam sinematografi. Bahkan tak salah kiranya jika ada ungkapan Film are Light ! atau film adalah cahaya, karena memang untuk meng-exposed sebuah gambar kita memerlukan cahaya dan bahkan untuk melihat sebuah benda di alam ini kita memerlukan pantulan cahaya

Seni menata cahaya dalam film menjadi bagian yang terpenting karena bisa mempengaruhi juga perhatian penonton terhadap cerita. Tata cahaya film sangat dipengaruhi oleh pengalaman kita melihat kondisi cahaya dalam dunia nyata, bagaimanapun juga cahaya dalam film meniru cahaya alam.

Secara Teori cahaya dalam film adalah 45 derajat tinggi dan jaraknya dari kamera, hal ini dikarenakan masalah estetis saja, artinya dalam sudut 45 derajat sudut cahaya yang mengenai wajah akan terlihat seperti yang kita lihat di alam nyata. 

Dalam sinematografi kita hanya mengenal dua warna cahaya atau yang sering di sebut sebagai Daylight atau cahaya matahari dan Tungsten atau cahaya lampu ruangan. Dua jenis warna cahaya tersebut diukur dengan satuan Kelvin

Karena hanya ada dua jenis warna cahaya dalam film maka kita bisa membaginya sebagai menggunakan warna Daylight untuk scene siang dan warna tungsten untuk scene malam. Tentu saja untuk tujuan kreatif hal ini juga bisa tidak dihiraukan, akan tetapi secara prinsip dua suhu warna tersebut yang harus kita gunakan dalam bercerita. 

Film juga sangat sensitive dalam menangkap beberapa spectrum cahaya yang tak terlihat oleh mata kita seperti Ultra violet dan Infra red. Maka kita juga harus memperhatikan dua elemen spectrum tersebut dalam membuat film. 

Pergerakan kamera
Pergerakan kamera atau lebih dikenal sebagai camera movement adalah sebuah usaha menggerakan kamera atau subjek untuk lebih mengenalkan ruang atau memberi kesan tiga dimensi sebuah ruangan, di mana penonton seakan bergerak masuk/keluar atau bergerak ke kanan/ke kiri mengikuti atau meninggalkan subjek. 

Pada dasarnya Camera Movement terbagi dalam beberapa bagian besar yaitu:
1.   Subjek bergerak ke arah kamera/meninggalkan kamera
2.   Kamera bergerak ke arah subjek/meninggalkan subjek
3.   Kamera dan Subjek bergerak/mengikuti subjek
4.   Zooming atau pergerakan optis. Disebut pergerakan optis karena optik yg bergerak di dalam lensa.
Sebelum menggerakan kamera/subjek sebenarnya ada hal yang paling mendasar bagi cinematographer maupun filmmakernya yaitu:
1.   Kapan kamera/subjek harus bergerak
2.   Mengapa kamera/subjek harus bergerak
Hal ini berkaitan erat dengan pengadeganan atau mise en scene, di mana penonton akan mengikuti atau tidak bisa mengikuti cerita dalam film tersebut. Artinya karena gerak kamera terlalu cepat atau asal bergerak maka cerita yang ingin disampaikan atau informasi yang harus diketahui oleh penonton akan terlewatkan atau penonton tidak memahami/mendapatkan informasi tersebut. dan pergerakan kamera tersebut .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayAtHome belajar kualitatif dengan mengunjungi web web dan membaca buku

Halo apa kabar semuanya ? Tetap waspada,jaga kesehatan, jaga jarak jika ingin keluar rumah semoga COVID-19 segera berlalu ya biar kita bisa beraktivitas seperti biasa . Oke deh kali ini aku mau kasih rekomendasi untuk kalian yang lagi belajar metode penelitian komunikasi kualitatif, walaupun saat ini kita kuliah online banyak ni buku buku yang dapat kita baca salah satu nya buku ini, baca dengan santai aja ada juga web web yang bisa kita kunjungi . belajar mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi kualitatif ini melalui buku Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif yang ditulis oleh Dr. Sugeng Pujileksono M,Si tahun 2016. Di dalam buku ini terdapat jenis penelitian disertai pemetaan dari aspek paradigma, pendekatan, jenis tradisi dan sifat penelitian komunikasi. Lalu adanya penjelasan perpektif metode dan teori komunikasi. Terdapat pula empat teknik dasar penelitian yang terdiri dari teknik pengempulan data kualitatif, teknik uji kehandalan data kualitatif dan tekn...

festival pasar baba Boentjit

Nama: Muhammad Novriadi Saputra                                                                                                       NPM : 01.017.038 Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Psikologi Dosen: Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A Festival Pasar baba Boentjit halo Indonesia!!!          Sumatera Selatan khususnya Palembang melalui GenPI sumsel lagi-lagi memperkenalkan destinasi wisata sejarah baru yakni Pasar baba Boentjit .Pasar Ayang di desain dengan s...

JANDA

"JANDA" Disini saya menjadi sutradara film komedi yang berjudul "JANDA" . dimana saya menceritakan seorang perempuan yang sering nak ojek di pangkalan, di pangkalan tersebut selalu terdapat 2 tukang ojek yang pertama orangnya baik dan beriman dan yang kedua orangnya semberonoh serta berambisius untuk mendapatkan perempuan itu . pada suatu ketika tukang ojek yang beriman mengantarkan perempuan itu dan tiba tiba perempuan itu jatuh hati kepada tukang ojek lalu ia mengajak tukang ojek itu menikah ia menceritakan bahwa dirinya janda . lalu orang yang berambisius itu ternyata menyukai perempuan itu juga tapi sayagnya perempuan itu lebih jatuh hati dengan yang satunya . nantikan film saya di festival film candradimuka 2019.